Showing posts with label Info. Show all posts
Catatan Sampah dan Tempat Sampahnya
![]() |
| Buang sampah |
Ada
pepatah mengatakan “buanglah mantan pada tempatnya”, Eh maksudnya “buanglah
sampah pada tempatnya. Ya, sampah dan tempat sampah seharusnya menjadi sepasang
kekasih yang tidak dapat dipisahkan hingga truk sampah datang *sok puitis*.
Pada dasarnya sampah dibagi menjadi 4 kelompok, yang pertama sampah organik
yaitu sampah yang berasal dari tumbuhan atau sampah yang mudah hancur dengan
sendirinya dalam waktu cepat. Kedua, an-organik misalnya plastik,botol minuman
atau bungkus makanan yang membutuhkan waktu lama untuk terurai oleh tanah dan
dapat didaur ulang kembali. Ketiga, sampah bahan kimia bisa dari
kosmetik,bahan-bahan logam yang dapat mencemari lingkungan. Dan yang terakhir
adalah sampah masa lalu(sebut saja MANTAN),disini kalian bisa buang semua
kenangan bersama mantan *ditinju*. Untuk yang nomor 4 dijaman ini belum ada,karena
banyak mantan atau jomblo-jomblo berkata buanglah mantan pada tempatnya
kayaknya nggak lama lagi pemerintah bakalan merealisaikannya,ya nggak?*diguyur
sambal*, eh kalian jangan anggep enteng kekuatan jomblo yang ditinggal
pasangannya,mereka bisa ngerahin semua jomblo yang ada buat demo lho...#apaan
sik ini
![]() |
| info grafik lama terurainya sampah |
![]() |
| 3 jenis tempat sampah |
Oke
lanjut, dari ketiga jenis sampah itu(abaikan no 4) udah disediain tempatnya
sendiri dengan 3 jenis tempat sampah di sudut-sudut keramaian(misal
sekolah,kantor,taman,pinggir jalan,dll),tujuannya ngga lain dan ngga bukan
supaya masyarakat membuang sampah sesuai tempatnya. Tapi,yang kalian liat
sekarang apa?pasti lagi liat tulisan ini.hahaha. ya,sekarang tempat sampah itu
seperti jadi penghias dan pelengkap untuk kebutuhan formalitas saja. Terus
siapa yang salah? Gw disini ngga bermaksud menggurui ya tapi, ya kita sebagai
manusia yang memiliki akal fikiran harusnya lebih sadar diri lebih menghargai
lingkungan. Banyak komunitas pecinta alam juga yang menggemborkan tentang
masalah sampah ini terutama pada diri sendiri dan rekan-rekan mereka yang
“ngakunya” pecinta alam. Ada juga slogan dari para pedaki gunung,kalian para
pendaki pasti udah ngga asing lagi ya,gini nih “ Jangan tinggalkan apapun
kecuali jejak,jangan ambil apapun kecuali gambar, jangan bunuh apapun kecuali
waktu”. Yes, gue suka banget kata-kata itu,intinya kita diajarkan untuk lebih
menghargai alam dengan tidak merusaknya,cukup tulisan ini aja yang dirusak alam
jangan dirusak, apalagi hati kalian,sehat?*ditodong pisau*. Ingat juga “Gunung
bukan tempat sampah !” so, bawa balik sampah kalian kalau naik gunung awal naik
gunung yang nanjak bawa berliter-liter air aja kuat masa liat mantan jalan sama
pacar barunya gak kuat?*ditinju* bercanda, yakali pas turun gunung cuman bawa
sampah-sampah plastik ga ada isinya aja gak kuat?mikir...”bawa balik sampahmu
atau telan!”.
![]() |
| Gunung bukan tempat sampah |
![]() |
| rules |
Pernah
nonton serial doraemon?pasti pernah lah, ada salah satu episode dimana ada alat
yang bisa ngebuat benda mempunyai jiwa, soalnya si nobita kesel sama orang yang
ngebuang barang yang udah gak dipake,ketemulah dia sama orang yang lagi minum
air dari botol(sebut saja Suroso) lalu botolnya dibuang ke jalan, si nobita
ngebuat botol itu punya jiwa akhirnya, botol itu pun bicara.
![]() |
| doraemon & nobita |
Botol : apa kabar lu mblo, masih idup?
Suroso : *anjir ni botol*
Botol : kenapa lu buang gue
di jalan? Hei orang-orang liat noh si Suroso buang gue sembarangan, hajar aja
hajar.(profokator)
Suroso : bukan gue, gue gak
tau itu botol siapa.
Botol : oh, jadi gitu lu gak
mau ngakuin gue, oke kita putus!!!
Suroso : #bengong
Botol : woy, gue sejak lahir
udah dijodoin sama tempat sampah. So, please jangan taruh gue disini,taruh gue
di tong sampah supaya kita bersama dan hidup bahagia. Lo kapan nemuin pasangan
lo mblo?
Suroso : *mewek* oke ,gue
mulai sekarang bakal naruh sampah pada tempatnya.
SELESAI.
Dari
apa yang gue terangin diatas walaupun gak jelas, sampah itu gak langsung
terurai dalam tanah,perlu waktu yang berbeda-beda untuk masing-masing jenis
sampah. Jadi,pemilahan sampah itu dibutihkan dan penting. Sampah yang masih
bisa di daur ulang terutama plastik yang butuh waktu lama terurai dalam tanah
dapat di proses agar bisa dimanfaatkan
lagi. Kalau masih bisa dimanfaatkan jadi barang yang berguna kenapa
nggak,yakan?. Gak mau kan anak cucu kita pengen mendaki gunung tapi gunungnya
gak bagus kaya dulu alamnya,banyak sampahnya? Jangan sampe malah mendaki gunung
1234mdpl di gunung TPA bantar gebang,yakali gunung sampah, jangan sampe. Kita
bisa mulai dari hal kecil ini pada diri kita,keluarga kita dan kemudian
teman-teman kita. Kebaikan yang kita beri pada alam pasti akan dibalas dengan
kebaikan juga oleh alam,dan pasti alam akan lebih bersahabat lagi dengan kita.
Ketika kita menghargai sesuatu pasti kita juga akan dihargai. Jangan malu
mungut sampah yang ada dijalanan yang dibuang sembarangan lalu masukin ke
tempat sampah, Oke? Akhir kata BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA.
![]() |
| bantar gebang |
Curug Lawe dan Benowo , Semarang
Post ini diambil dari blog gue yang satunya disini
Perjalanan kali ini membawa saya ke curug lawe dan benowo yang ada di Semarang, tepatnya di Desa Kalisidi,Kec. Ungaran Barat ,Semarang yang ternyata tidak jauh dari kampus saya,UNNES Semarang. Saya sudah dua kali ke curug ini,yang pertama berdua sama temen dan yang kedua kalinya nganterin temen-temen kampus. Ya, curug merupakan bahasa Jawa yang berarti air terjun dalam bahasa Indonesia. Untuk perjalanan menuju lokasi curug ini sekitar 30 menitan dari kampus UNNES sekaran ke arah Boja,Kendal di tepi jalan ada petunjuk arah yang menuju lokasi. Kalau dari kota menggunakan kendaraan agak susah karena angkutan tidak langsung ke lokasi,lebih baik pakai kendaraan pribadi. Curug lawe dan benowo ini berada di kaki gunung Ungaran,lokasi keduanya cukup dekat karena berada jalur yang sama.
Perjalanan kali ini membawa saya ke curug lawe dan benowo yang ada di Semarang, tepatnya di Desa Kalisidi,Kec. Ungaran Barat ,Semarang yang ternyata tidak jauh dari kampus saya,UNNES Semarang. Saya sudah dua kali ke curug ini,yang pertama berdua sama temen dan yang kedua kalinya nganterin temen-temen kampus. Ya, curug merupakan bahasa Jawa yang berarti air terjun dalam bahasa Indonesia. Untuk perjalanan menuju lokasi curug ini sekitar 30 menitan dari kampus UNNES sekaran ke arah Boja,Kendal di tepi jalan ada petunjuk arah yang menuju lokasi. Kalau dari kota menggunakan kendaraan agak susah karena angkutan tidak langsung ke lokasi,lebih baik pakai kendaraan pribadi. Curug lawe dan benowo ini berada di kaki gunung Ungaran,lokasi keduanya cukup dekat karena berada jalur yang sama.
Untuk retribusi tiket masuk Rp.4000/orang dan parkir sepeda motor Rp.2000,mobil Rp.5000, FYI tempat parkir masih seadanya karena dikelola oleh warga lokal dimana tanah merupakan milik perusahaan perkebunan dan belum adanya bantuan dari pemerintah. Disini juga sudah banyak berdiri warung-warung makan sederhana yang bisa digunakan untuk membeli logistik selama perjalanan. Perjalanan ke curug membutuhkan waktu 30-50 menit.
| Jalan setapak |
![]() |
| Jembatan kayu menuju curug |
Pada awal perjalanan kita mengikuti jalan setapak dari semen di pinggiran sungai,kita tinggal ikutin aliran sungai saja,sampai ujung jalan semen ini kita akan lewati trek yang mulai menanjak dan berbatu,kaya trek pendakian gunung . disini juga sudah ada papan penunjuk jalan yang cukup lengkap untuk menuju ke dua curug ini jadi tinggal ikutin jalan setapak aja, ke kiri untuk curug benowo kanan untuk ke lawe. Kita juga bakalan nyebrang sungai dan meraskan dinginnya air sungai ini yang jernih dan segar,katanya sih boleh langsung diminum. Oh ya,untuk menjaga air sungai ini tetap bersih dan barangkali ada temen-temen kita yang minum langsung dari air ini jangan kencing atau buang air besar di aliran sungai ini ya,juga JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN,lebih baik bawa kantong sampah dan bawa kembali sampahnya. CATET!!
| Curug benowo (belakang) |
| Curug benowo |
Dan akhirnya,,curug benowo,ya curug ini lebih tinggi kalau menurut saya dibandingkan lawe dan ngga kalah cantiknya,setelah berfoto-foto kita lanjutin perjalanan ke curug lawe,hati-hati batu disini licin-licin. Dan sekitar 20 menit kita akan sampai di curug lawe,curug ini bentuknya cembung,tebingnya melingkar dan air keluar dari berbagai sisi tebing. Katanya, dinamakan curug lawe karena air yang keluar dari sisi-sisi tebing berjumlah duapuluh lima atau selawe dalam bahasa Jawa,ah tapi gak sempet ngitungin satu-satu.
| Curug Lawe |
| Curug Lawe |
| Curug Lawe |
Tempat ini juga sudah mulai ramai dan mulai jadi perhatian temen-temen pecinta alam dan traveller,apalagi kalau weekend. Gak sedikit juga keluarga yang bawa anak-anaknya main kesini,ada juga yang bawa perlengkapan masak atau membuat api unggun untuk masak. Yah apapun itu tujuannnya yang penting tetep safety ya, jangan lupa sampahnya dibawa lagi dan jangan malu juga untuk mungut sampah yang kalian liat selama perjalanan,jangan kotori keindahan alam ini dengan sampah kalian ada quote “bawa sampahmu kembali atau telan!”. Sampai jumpa di perjalanan berikutnya....tapi, kalau ada rezeki ya..Aminnnn...
Beberapa pict
Pantai Kukup, Gunung kidul : Perjalanan tak terduga
Oke lanjut, singkat cerita kita udah dapet bahannya nih
selanjutnya waktunya buat jalan-jalan,gue sih nyaranin ke tempat wisata
terdekat dulu kalau dilihat di maps sih deket keraton Yogya,wah gue sih
nyaranin tempat ini ke temen2 gue soalnya hemat waktu,bensin dan bisa dapet
tempat wisata lain juga nantinya. Tapi apadaya, saran gue kalah sama dua orang
alay itu, mereka pilih ke pantai di gunung kidul. Yah ,akhirnya gue ngikut
mereka ke pantai, jalan dari tempat kita sampai ke lokasi pantai terdekat
sekitar 2 jam,dan ini masih siang bolong, WHAT!!! mau ngapain ke pantai siang
bolong gini mendingan nunggu agak sore buat nikmatin sunrise. Tapi mengingat
juga kita harus pulang sebelum hari gelap sih jadi kita lanjutin ke pantai.
Pantai di gunung kidul ini jaraknya berdekatan dan lewat
pintu loket yang sama, oh ya sebelum sampai di pantai disepanjang jalan ke
gunung kidul lumayan banyak yang jual belalang goreng, APA? Belalang? Yap,
belalang goreng, kurang lengkapa kalau kalian maen ke gunung kidul gak nyobain
belalang ini, gue mampir dulu buat beli dan nyobain pertama kali belalang
goreng ini,dan rasanya gurih-gurih gimana gitu dan gue pengin lagi dan lagi
entah gue doyan apa laper yah... yang jelas lo mesti nyobain makanan khas
daerah yang lo kunjungi.
Akses jalan ke pantai udah beraspal cuman agak sempit,
kadang nanjak dan berkelok. Dan akhirnya kita sampai di pantai Kukup, lumayan
rame pengunjung di pantai ini. Pasirnya putih dan dekelilingi oleh
tebing-tebing dan ada yang mirip kaya di Bali. Ombakya cukup kenceng karena
pantai selatan memang terkenal dengan ombaknya yang gede. So, kita puas-puasin
disini sebelum kembali ke kota dan pulang. Jam 3 sore kita langsung cabut balik
ke kota, rencananya mau ke malioboro,tapi sampainya di kota ternyata ada acara
semacam festival gitu dan jalanan dialihkan yang membuat cukup macet. Sebelum
sampai malioboro ternyata macet dan ramenya begitu luar biasa, ya ini kan malem
minggu gue cuma bisa liatin orang pada pacaran,sedangkan gue... ah cukup,gausah
dibahas lagi...
Pada akhirnya kita batalin mampir malioboro dan cuma
keliling-keliling nikmatin suasana malem Jogja dan pulang kembali ke Semarang.
Dan ternyata kita kejebak macet di jalan Ambarawa-Semarang berjam-jam,ya gue
pun akhirnya ketiduran karena udah capek. Bangun-bangun gue udah sampe depan
kosan. Ya gitulah perjalan gue bareng temen-temen alay gue. Sampai jumpa di
perjalanan gue berikutnya....
















